Oleh: Abdul Rahman Nasir
Menjelang sholat Ashar pada Rabu (11/03/2026), sebuah notifikasi pesan singkat pada aplikasi WhatsApp penulis dari seorang panitia pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah setempat. Pesannya memang singkat, permohonan juri lomba resensi buku. Lima hari sebelumnya, sudah terlebih dahulu diajak oleh salah satu pegiat literasi Bangka Selatan untuk membantu teman-teman di perpustakaan daerah. Namun, penulis tidak begitu yakin jika akan didaulat menjadi penentu pemenang lomba yang dimaksud. Karena, penulis yakin ada banyak pegiat literasi di Bangka Selatan yang jauh lebih senior dengan karya-karya agung yang diakui oleh media dan penerbit nasional. Mereka lebih layak dan kompeten untuk menjadi penentu pemenang lomba ini.