Karya: Abrah Ns
(Dimuat di koran Republika edisi 29 Maret 2026)
![]() |
| Ilustrasi: Republika.id |
Di sebuah desa yang tampak sejuk dengan pepohonan yang rindang meneduh tanaman Sahang yang berjejeran, berdiri sebuah rumah panggung berdinding rumbia pun dengan atapnya. Di kolong rumah panggung yang beralaskan bambu dengan luas 35 meter persegi itu, Pak Munaja memarkirkan motornya setelah kembali melaut semalaman. Keriput tangan bekas air laut, bercampur dengan aroma asin khas nelayan, ia memilah-milah hasil tangkapannya.
